Selama Pandemi, Biaya Konstruksi di Jakarta Tembus Rp 10 Juta Per Meter Persegi

By Administrator 13 Agu 2021, 10:00:52 WIB Konstruksi
Selama Pandemi, Biaya Konstruksi di Jakarta Tembus Rp 10 Juta Per Meter Persegi

Selama 18 bulan pandemi Covid-19, ongkos konstruksi di Jakarta rata-rata menembus angka 689 dollar AS atau ekuivalen hampir Rp 10 juta per meter persegi. Besaran biaya konstruksi ini menempatkan ibu kota Indonesia di peringkat 18 termahal se-Asia berdasarkan International Construction Market Survey 2021, yang dilakukan oleh konsultan real estate, Turner & Townsend.

Sementara secara global, Jakarta berada di posisi ke-81 dari total 90 pasar yang disigi konsultan ini. Penyigian dilakukan dengan menganalisis biaya tenaga kerja dan material, memetakan biaya konstruksi rata-rata per meter persegi untuk perumahan, bangunan komersial, hotel, bangunan industri serta ritel.

Dalam laporannya, Global Managing Director Real Estate Turner & Townsend Neil Bullen menuturkan, selama hampir 18 bulan, pemerintah, bisnis, dan rumah tangga mengalami keadaan darurat sebagai dampak Pandemi Covid-19. Dunia yang muncul akibat pandemi global sangat berbeda dengan sebelumnya. Sekarang, pemulihan pasca-pandemi sedang berlangsung, para pemimpin dunia menyerukan agar tahun-tahun mendatang lebih dari sekadar periode pertumbuhan, tetapi juga pembaruan dan perubahan positif.

Pemerintah di seluruh dunia telah mendorong dan mengupayakan sektor konstruksi untuk terus bergerak, dan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang lebih luas. "Kami menganalisa bagaimana tekanan yang ditimbulkan oleh tingkat pertumbuhan yang berbeda dan persaingan yang ketat untuk sumber daya, menempatkan kecepatan di jalur percepatan investasi modal," ujar Neil dalam laporan yang dikutip Kompas.com, Rabu (11/8/2021). Neil memaparkan, Covid-19 telah menyebabkan gangguan seismik pada bisnis, perdagangan, rantai pasokan, dan karyawan. Dampak gabungan dari strategi negara yang berbeda untuk mengatasi pandemi menyebabkan konfigurasi ulang seluruh lanskap ekonomi global. Tingkat dan kecepatan perubahan selama 18 bulan terakhir belum pernah terjadi sebelumnya.

 

Prospek Pasar Konstruksi Global

Aktivitas konstruksi sangat dipengaruhi oleh respons dan penanganan pemerintah terhadap pandemi Covid-19, yang membentuk pemulihan yang tidak merata di seluruh industri konstruksi. Sektor-sektor pertumbuhan tradisional semakin berkurang, dengan Covid-19 mempercepat pertumbuhan di sektor-sektor yang sedang berkembang dan tumbuh cepat seperti pusat data dan fasilitas distribusi. Meningkatnya biaya konstruksi, gangguan rantai pasokan dan kekurangan tenaga kerja terampil, bagaimanapun, dengan cepat menjadi hambatan terbesar bagi pertumbuhan industri. Banyak pasar konstruksi mengalami peningkatan yang nyata dalam tingkat aktivitas pada tahun 2021 yang dipicu pulihnya ekonomi global.

Survei tahun ini melukiskan gambaran optimisme, namun hati-hati, untuk industri konstruksi. Hal ini seiring dengan percepatan aktivitas, kendala rantai pasokan meningkat dan kekurangan keterampilan memburuk, mengakibatkan inflasi biaya konstruksi yang substansial di banyak pasar.

Salah satu dampak terbesar pandemi Covid-19 terhadap industri konstruksi yang mendorong inflasi, adalah efek riaknya di seluruh rantai pasokan global. Lebih dari sepertiga responden mengatakan pandemi memiliki dampak tinggi atau signifikan pada rantai pasokan mereka. Sementara sebagian besar produsen kini telah melanjutkan operasi mereka, dan jaringan rantai pasokan telah beradaptasi dengan kondisi yang berubah, tantangan pasokan baru sedang dihadapi pada tahun 2021.

Dampak dari kendala pasokan global ini telah terbukti dalam data biaya bahan bangunan yang dikumpulkan dalam survei tahun ini. Balok baja struktural, batang tulangan, kayu kayu lunak dan pipa tembaga semuanya meningkat tajam, dengan peningkatan hingga 40 persen (year-on-year) yang diamati di beberapa pasar. Tokyo menempati posisi pertama termahal di Asia, pada saat yang sama pasar ini juga berada di peringkat pertama dunia.  Peringkat ini dipicu oleh perhelatan Olimpiade 2020 yang tertunda. Selain itu juga didorong oleh pertumbuhan pasar yang kuat dan proyek real estat dan infrastruktur yang ekstensif, mendorong permintaan akan sumber daya konstruksi. Ongkos konstruksi di ibu kota Jepang ini tercatat mencapai 4.001,5 dollar AS atau Rp 57,6 juta per meter persegi.

Menyusul di tempat kedua hingga keempat termahal di Asia adalah Hong Kong, Macau,  Singapura, dan Seoul.

Berikut daftar 20 pasar dengan biaya konstruksi termahal di Asia:

1. Tokyo

2. Hong Kong

3. Macau

4. Singapura

5. Seoul

6. Abu Dhabi

7. Riyadh

8. Dubai

9. Muscat

10. Kuala Lumpur

11. Manila

12. Taipei

13. Kampala

14. Guangzhou

15. Shenzhen

16. Beijing

17. Tianjin

18. Jakarta

19. Hanoi

20. Ho Chi Minh City

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Selama Pandemi, Biaya Konstruksi di Jakarta Tembus Rp 10 Juta Per Meter Persegi", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/properti/read/2021/08/12/130000121/selama-pandemi-biaya-konstruksi-di-jakarta-tembus-rp-10-juta-per-meter?page=3.
Penulis : Masya Famely Ruhulessin
Editor : Hilda B Alexander
 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment