Bendungan Rp 1,78 Triliun Ini Diklaim Tingkatkan Intensitas Tanam Jadi Tiga Kali Setahun

By Administrator 08 Sep 2021, 08:30:49 WIB Konstruksi
Bendungan Rp 1,78 Triliun Ini Diklaim Tingkatkan Intensitas Tanam Jadi Tiga Kali Setahun

Keterangan Gambar : Bendungan Way Sekampung di Lampung. (Dok. Kementerian PUPR.)


Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Bendungan Way Sekampung yang dibangun dengan anggaran Rp 1,78 triliun ini diprediksi dapat meningkatkan intensitas tanaman menjadi tiga kali setahun. "Intensitas tanam juga bisa ditingkatkan dari semula dua kali setahun, menjadi tiga kali setahun. Artinya, produksi dan kesejahteraan petani pun ikut meningkat," kata Jokowi saat meresmikan bendungan tersebut, Kamis (02/09/2021).

Bendungan dengan kapasitas tampung 68 juta meter kubik ini memiliki luas genangan 800 hektar.

Jokowi melanjutkan, manajemen dari hulu sampai hilir dengan sistem cascade Way Sekampung ini diharapkan dapat menjaga kontinuitas ketersediaan air di salah satu lumbung pangan nasional agar bisa meningkatkan produksinya. Kehadiran Bendungan Way Sekampung diproyeksikan bisa memperkuat ketahanan air dan pangan di wilayah Lampung. Bendungan ini akan berfungsi optimal untuk mendukung produktivitas pertanian jika disambung dengan sistem irigasi tertata dengan baik, mulai saluran irigasi primer, sekunder, tersier, hingga kuarter.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Way Sekampung juga terintegrasi dengan dua bendungan lainnya yaitu Margatiga di hilir yang akan selesai akhir 2021 dan Batutegi yang tuntas sejak 2004 silam.

Bendungan Way Sekampung ini berfungsi sebagai penyuplai atau regulasi dam yang nantinya dapat menambah sekitar 17.500 hektar dari 55.000 hektar yang sudah ada. "Kita optimalkan air Way Sekampung ini dengan ketiga bendungan tersebut,” ungkap Basuki. Pembangunan Bendungan Way Sekampung dilakukan di bawah tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji-Sekampung dan dikerjakan oleh empat kontraktor yakni PT PP (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, serta PT Ashfri.

Bendungan multifungsi ini juga memiliki manfaat lainnya seperti irigasi, kebutuhan air baku, pembangkit listrik, serta pengendalian banjir. Sementara Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, dengan adanya penambahan daerah irigasi diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanian.

Jarot mengatakan, untuk penyediaan air baku akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 2.737 liter per detik. "Bisa juga berfungsi sebagai sumber pembangkit listrik sebesar 5,4 megawatt," terang Jarot.  Sedangkan untuk pengendalian banjir, daya tampung bendungan yang besar akan mampu mengurangi banjir mulai dari 33 persen hingga 85 persen, tergantung tingkat ketinggian masing-masing wilayah.



Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bendungan Rp 1,78 Triliun Ini Diklaim Tingkatkan Intensitas Tanam Jadi Tiga Kali Setahun", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/properti/read/2021/09/03/070000921/bendungan-rp-178-triliun-ini-diklaim-tingkatkan-intensitas-tanam-jadi?page=2.
Penulis : Suhaiela Bahfein
Editor : Hilda B Alexander




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment