Digitalisasi Jadi Sendi Baru Dunia Konstruksi

By Administrator 19 Mar 2018, 10:32:04 WIB Konstruksi
Digitalisasi Jadi Sendi Baru Dunia Konstruksi

JAKARTA - PT PP Tbk (PTPP) berupaya memulai gerakan kesadaran digitalisasi sebagai sendi dan cara kerja baru dunia konstruksi di Indonesia. Saat ini, dunia bisnis mengalami era disrupsi, di mana perusahaan-perusahaan startup dapat menumbangkan perusahaan yang telah lama berdiri.

Direktur Utama PTPP Tumiyana mengatakan, era disrupsi didorong adanya perkembangan dunia digital. Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor yang pasti akan terkena dampak dari transformasi digital.

"Namun, adopsi digital pada sektor konstruksi jauh lebih lambat dibanding sektor lainnya. Efisiensi biaya dan produktivitas, peningkatan mutu dan akurasi waktu selalu menjadi tantangan dari tahun demi tahun di bidang konstruksi," ujarnya di Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Dia menjelaskan, perseroan sebagai salah satu perusahaan konstruksi dan investasi di Indonesia selalu melakukan kajian serta riset untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

Pihaknya memandang perlu mengadakan transformasi menuju era konstruksi digital sebagaimana yang telah diterapkan beberapa negara maju. Salah satunya dengan menerapkan konsep Building Information Modeling (BIM).

Tumiyana menjelaskan, BIM adalah seperangkat teknologi, proses, kebijakan yang seluruh prosesnya berjalan secara kolaborasi dan terintegrasi dalam sebuah model digital. Secara gamblang, diterjemahkan sebagai gambar tiga dimensi, di mana semua unsur dalam gambar bisa memiliki data terkait kuantitas, harga dan schedule-nya (BIM 5D).

Selain itu, BIM memungkinkan pelaku yang terlibat dalam suatu proyek bekerja secara kolaborasi, mengoptimalkan produktivitas SDM dan kegiatan proyek secara cepat, tepat, akurat, efektif dan efisien selama proses umur siklus bangunan.

"Sehingga, dengan penerapan BIM ini akan membuat efisiensi yang sangat signifikan dari sisi biaya dan waktu pelaksanaan proyek, karena data desain (pra-konstruksi) menjadi sangat detail dan akurat," imbuh dia.

Sumber : sindonews




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment